Hadirnya Covid-19 telah menghentakkan dunia. Lantaran perlu mengenalkan protokol baru, atau yang akhir-akhir ini disebut sebagai “New Normal”.
Belum ada makna yang pasti tentang istilah ini. Namun kira-kira tak jauh dari cara hidup baru yang akan dianggap sebagai sesuatu yang normal. Bagaimana manusia tetap dapat berinteraksi dengan nyaman dan aman, di tengah-tengah ganasnya virus Corona.
Cita-cita dan impian saya adalah menjadi seorang chef, sama dengan jurusan yang saya ambil sebelumnya jurusan tataboga. Di masa 'New Normal' ini mungkin disemua cita-cita dan impian seseorang semuanya merasa terhambat dan merasa dirugikan.
Namun tentu tak mudah menjalaninya. Apalagi sebelumnya sudah terbiasa bebas tanpa protokol kesehatan. Sementara New Normal identik dengan aturan-aturan yang ketat. Sekali tak mematuhi, ada ancaman tertular dan rawan menjadi pandemi lagi.
Sekalipun begitu, jangan menyerah dan lelah. Memang terbayang tak mudah menjalani untuk beradaptasi ke wacana New Normal. Namun ingat, anak memiliki sifat mudah meniru atau mimikri. Manfaatkan dengan sering-sering memberikan contoh langsung. Bila dibiasakan, anak akan menerapkan atas kesadaran dirinya sendiri. Jangan lupa untuk terus mengawasi, mengingatkan, dan berdiskusi.
Mengenal standar baru
Kenalkan pada standar baru yang mau tak mau mesti diikuti. Mungkin sebelumnya telah mengenal konsep antre. Tambahkan antre bagaimana yang sekarang berlaku. Ada jarak yang perlu dijaga dengan orang lain
Selain itu, wajib menggunakan masker saat di luar rumah, sering mencuci tangan, tidak memegang benda-benda di tempat umum, jaga jarak saat duduk, langsung membersihkan diri begitu sampai di rumah, serta lainnya. Kemudian jangan meminta anak untuk mudah bersalaman dengan orang, walau ia mengenalnya.
Memang terkesan aneh dan tak bersosial, namun bukan demikian tujuannya. New Normal yang memang sifatnya baru ini lebih pada upaya proteksi diri.
Efektif menggunakan waktu dan fasilitas
Kondisi ke depan tak mudah ditebak. Sehubungan dengan berbagai perubahan yang dipicu mewabahnya virus ganas ini. Oleh karenanya, ajarkan anak efektif menggunakan waktu dan fasilitas yang dimiliki. Guna mengejar cita-cita dan impian dalam genggaman. Terutama pandai-pandai memanfaatkan waktu belajar jarak jauh maupun ketika sekolah sudah dibuka lagi kelak.
Lebih hati-hati
Di samping itu, untuk lebih hati-hati sangat penting ditekankan. Pada caranya berinteraksi dengan orang lain, mengonsumsi makanan dari luar, menggunakan fasilitas umum, pergi ke sarana kesehatan, dan masih banyak lagi. Sebutkan semuanya demi kesehatan dirinya, keluarga, dan juga orang lain.
Otodidak
Perlu menguasai materi yang mungkin tak bisa diajarkan sekolah karena keterbatasan waktu dan komunikasi. Kenalkan dia pada materi lainnya secara otodidak. Terlebih saat ini sudah banyak media yang mendukung. Misalnya video tutorial atau bahan bacaan di internet. Fungsinya untuk menambah potensi anak sehingga ke depan dia bisa menguasai banyak bidang.
Independen
Serta membentuk kebiasaan sebagai pribadi yang independen. Berusaha sendiri tanpa bergantung pada uluran tangan orang lain. Sebab New Normal sedikit banyak juga membuat para insan kian individualis dan terisolir satu sama lain. Jika tidak belajar memenuhi kebutuhan diri sejak sekarang, akan rentan tertinggal dan susah beradaptasi pada situasi yang serba tak menentu.
Harapan saya kedepannya adalah semoga pandemi covid-19 ini cepat berlalu, dan bisa kembali normal. Lebih menjaga kebersihan lingkungan dan diri, jangan berburu-buru untuk keluar selagi pandemi masih ada.
No comments:
Post a Comment